Pages

Pages - Menu

3.26.2012

bugs://AI/1 ( cerbung )

                                                              


Usb sangriento

bugs://AI/prolough 

Tak…tak…tak…

Suara langkah-langkah berat saling berdentuman dengan lantai –lantai datar yang tersusun dari petakan-petakan besi. Lampu-lampu temaram bercahaya jingga terlihat bebas bergelantungan tepat di atas ubun-ubun.

“HhhHhhhh….Hhhh…Hhhhh… “ Deru napas yang terengah-engah terdengar membahana disepanjang lorong panjang, dengan lebar kurang lebih satu meter. 

Dua sosok bayangan terlihat berlari kencang dari balik-balik bayangan temaram cahaya lampu. Keduanya terlihat begitu tergesah-gesah seakan ada sesuatu yang menakutkan sedang mengejar mereka berdua.
Peluh-peluh sebesar butiran jagung telah menghiasi wajah mereka yang berkilauan di terpa cahaya jingga sesekali, sebelum keduanya benar-benar menghilang dibalik salah satu lorong yang menikung kesebelah kiri.

Trak…trak…trak…
Selang beberapa saat setelah keduanya menghilang di ujung lorong. Muncul beberapa pria berseragam pelindung yang menutupi sekujur tubuh mereka, lengkap dengan sebuah senapan laras panjang yang disandang mereka masing-masing, jumlahnya cukup banyak, namun tidak lebih dari tiga puluh personil. 

Suara langkah mereka yang saling berdentuman antara sepatu berat, dengan lantai besi terdengar semakin riuh di tengah senyapnya keadaan lorong.
***

20 menit yang lalu.

Crasss…

Salah seorang di antaranya menyalakan sebuah senter berukuran kecil dengan penerangan seadanya.
Kali ini wajahnya terlihat jelas walau sedikit samar. Ia adalah pria lajang berusia kurang lebih 20 tahun dengan warna rambut hitam, dan tulang rahang yang tidak begitu menonjol, selain itu wajahnya terlihat lebih bercorak asia tenggara. 

“ Dimana Plug in nya…?” Pria tersebut mendesis pelan pada sosok lain di belakangnya yang tidak terlihat jelas.

Sesaat ia menggerak-gerakkan senter kecil miliknya sehingga mulai terlihatlah keadaan sekeliling. Mereka berdua tengah berada disebuah terowongan sempit, dengan beberapa kabel berbagai ukuran yang saling menyalip, dan saling berlilitan tidak karuan. 

“ Coba cari lebih teliti, ia bilang ada di sekitar sini ?” Bisik temannya tadi, yang kali ini sedang membelakangi pria pemegang senter.

“Kalau mereka sudah dekat beri tau aku…”
“ Masalahnya bukan itu saja, waktu log out kita hanya kurang dari 17 menit sebelum semua proteksi jarigan mereka bekerja. Lewat sedikit..., maka kita dalam bahaya” gumam bayangan yang sedang membelakanginya, yang kini terlihat sedang mengawasi keadaan sekitar mereka walau wajahnya tertutup gelab.

“ Itu mereka… !!!” tiba-tiba suara keras terdengar menghentikan kegiatan keduanya.

“Gawat ayo lari… kita cari terminal yang lain…” sosok yang sedari tadi mengawasi, kini segera menarik lengan pria yang sedang memegang senter penerangan di tangannya.

Dor…dor…dor…

Beberapa songsong peluru hampir saja mendarat di tubuh mereka bila keduanya tidak segera bergerak cepat meninggalkan terowongan yang di penuhi kabel tersebut.

Trak…trak…trak…

Senter mereka terjatuh.

***

Kini keduanya tengah tegesah-gesah menyusuri setiap tikungan lorong yang ada tanpa penerangan sedikitpun.

“Bagaimana sudah ketemu terminal lain ? “ pria yang kini tidak memegang senter kembali bertanya pada temannya yang berada di belakang. Temannya terlihat sedang mengutak atik, sebuah gadget mini dengan layar hijau.

“Sedikit lagi kita sampai…, tinggal berapa lagi waktunya ? “ kini sosok temannya yang balik bertanya.

“1 menit 34 detik “

“ Bagus masih keburu…”

Keduanya segera berlari dengan kecepatan penuh, dan lebih memburu.

“ Di sana, didekat lampu pijar putih itu, ada plug in dekat mesin pengatur tegangan listrik “

“ Bagus !, kita kesana…cepat”

Baru saja keduanya akan menarik kabel USB di lengan mereka, tiba-tiba sebuah peluru memecahkan mesin pengatur tegangan listrik didekat keduanya, hingga beberapa lampu jingga yang sedang menggantung di kejauhan pecah. Meninggalkan gelab.

“ Kalian berdua di tangkap…” Suara berat terdengar, diikuti seliwet cahaya senter yang mengoyak kegelapan. 

“ Ingin lari, sayangnya salah seorang di antara kalian tidak akan berhasil, lihat ini “ Kali ini bayangan seorang pria berseragam lengkap yang tertutup hingga sekujur tubuh, terlihat sedang mengacungkan sebuah senter kecil, lengkap dengan kabel USB yang terlilit di pegangannya. “ sepertinya ini milik salah seorang di antara kalian bedua, bukan begitu “

Kedua sosok yang kini telah di telan kegelapan terteguk bukan kepalang, menyadari salah seorang di antara mereka akan tinggal di tempat tersebut. Namun siapa…?



http://meongg9.blogspot.com/

No comments:

Post a Comment