Ada banyak hal indah ketika kita mengenang masa kecil, begitu indah seakan kita ingin kembali kesana. kembali kemasa dimana kita tidak memiliki beban, masa damai tanpa tuntutan, namun itu hanyalah kenangan, sebuah rajutan kisah indah yang perlu kita kenang, sebagai bukti masa itu ada.
coba ingat-ingat kembali, hal-hal seru apa saja yang selalu kita rajut dari hari ke hari di masa kita kecil... bagai kisah negeri dongen pelengkap tidur indahnya terasa.... cobalah ingat !
Siapa
yang dengan semangatnya menceritakan kembali film ksatria baja hitam
yang telah ia tonton. Padahal teman yang dicerikannya juga menonton film
itu.
Siapa yang menghibur temannya ketika
menangis, dengan kata “ci luk ba” kemudian dengan ajaibnya yang tadinya
ia menangis langsung tertawa.
Siapa yang berlari-lari dengan riangnya serasa sudah bisa terbang karena memakai baju “panji manusia millennium”
Siapa yang dengan semangat mengkikis aspal jalanan untuk merekatkan tempurung agar bisa dijadikan logo.
Siapa yang dengan bebasnya manjat
pohon jambu siang-siang tanpa rasa bersalah mengambil buahnya, padahal
itu bukan pohon miliknya.
Siapa yang baru juara makan kerupuk aja sudah merasa sombong, dengan membawa hadiah 2 buah buku + penggaris dan pensil.
Siapa yang terkagum-kagum mendengar kisah-kisah mukjizat nabi dan rasul, dengan mata berbinar dan senyum yang lebar.
Siapa yang dengan gugupnya menyusuri
jalan belakang rumah yang bersemak semak, merasa ia telah berpetualang
menyusuri hutan rimba yang luas.
Siapa yang ketika sakit tingkahnya bak seorang raja, minta ini minta itu pasti tersedia.
Siapa yang berdecak kagum ketika diceritakan keadaan surga dan langsung mengerenyitkan dahi ketika diceritakan keadaan neraka.
Siapa yang tertawa lepas bermain bola ketika hujan, dan setelah pulang menangis sejadi-jadinya dimarahi ortu
Siapa yang bila ditanyaai tentang
cita-cita selalu berganti-ganti jawabannya, tapi tidak pernah berbeda
dari 4 pilihan ini: presiden, dokter, polisi, pilot.
Siapa yang merasa sayang membelanjakan uang yang baru keluar dari bank, merasa uang itu telah sangat langka.
Siapa yang dengan mudahnya
mendapatkan uang pada waktu lebaran, mengumpulkan amplop demi amplop.
(hal inilah yang paling kurindukan sekarang)
Siapa yang dengan semangatnya mencabut rumput, daun, dan bunga lalu dicampur-campur hingga ia merasa menjadi koki yang handal.
Siapa yang tangguh merantau jauh kekampung orang untuk bermain kelereng ditengah hari yang panas.
Siapa yang tertawa riang gembira mandi disungai yang jernih sambil mencari kepiting dengan teman-teman yang gila.
Siapa yang gila mengambil ranting kayu besar untuk membuat kemah diatas pohon yang tinggi.
Siapa yang dengan beraninya bermain petasan didekat mesjid, ketika banyak orang sedang melakukan tarawih.
Siapa yang menghabiskan hari minggunya dari jam 7-12 untuk melihat film kartun kesukaannya.
Semua hal diatas adalah secuil memori
kenangan indah penulis, dan aku yakin kenangan indah masa kecil pembaca
juga. Kita yang masih anak-anak beberapa tahun yang lalu merasa
senangnya menjalani hidup tanpa memperdulikan makan apa hari ini?,
kewajiban apa yang belum ku laksanakan?, masalah apa yang sedang aku
hadapi?. Hidup rasanya pada waktu itu bagaikan seorang burung yang
terbang bebas tanpa memperdulikan daratan untuk hinggap. Ingin rasanya
aku kembali dimasa kecil, ketika kenakalan yang ku lakukan hanya
dianggap sikap jahil yang wajar dilakukan seorang anak. Ketika sikap
manja menjadi pelengkap menemani hari. Ketika tangis air mata menjadi
senjata ampuh penakluk hati orangtua.
Nostalgia memang asyik, anak-anak
dengan segala keliaran fantasinya, kebebasan imajinasinya. Anak-anak
dengan semua hal yang baru ditemuinya. Mendengar hal berbeda tanpa
prasangka, melihat dunia dengan kejujuran yang nyata. Berbicara dengan
kepolosan yang sempurna. Anak-anak dengan semua ketidak-terikatannya
dengan waktu yang terjadwal, kewajiban yang harus dilakukan, amanah yang
harus diemban, dosa yang menghantui, masalah hidup yang mulai kompleks.
Begitu indahnya dunia anak-anak, tapi sayangnya kita telah meninggalkan
dunia itu.
Kini saatnya kita merenung kita bukan
anak kecil lagi yang menghabiskan hari untuk hal-hal yang kita senangi
saja. Kita mempunyai satu impian besar untuk menggapai impian dan cita
yang tidak semudah seperti menaikan layang-layang. Kita mengemban amanah
besar dari sang pencipta dan orangtua. Kita sedang berada pada fase
kedewasaan berfikir, dewasa bukan soal umur yang makin menua. Dewasa
yang jelas bukan kembali menjadi anak kecil lagi. Dewasa menjadikan
kita berfikir jauh kedepan. Karena kita sudah jauh meninggalkan fase
anak-anak.
Waktu terus berputar kawan, tanpa
memperdulikan kita sudah siap atau belum berjalan. Kini saatnya kita
menginstropeksi diri, sifat anak-anak apakah yang masih melekat dalam
diri kita? ego apakah yang sekarang menjerumuskan kita? Apakah kita
sudah pantas mengemban predikat agent of change. Karena kitalah
calon-calon pemimpin masa depan. Dengan atau tanpa kita dunia akan
berubah, dan yang sekarang menjadi tanda tanya. Kearah manakah perubahan
itu???
Pilihan hidup ada ditangan kita
masing-masing. Karena kitalah yang menjalani hidup ini, mau mundur
kebelakang, berhenti, atau terus melangkah kedepan.
Semoga kita bisa berubah menjadi
lebih baik, menjadi lebih dewasa dalam menghadapi hari, membuang sifat
kekanakan yang menghambat diri. (salah satu harapan yang sekarang sulit
kuwujudkan, tapi pasti akan terwujud. Cepat atau lambat)
No comments:
Post a Comment