Crimson moon Palace. Giran Kingdom.
Tik…tikk…tikkk…
Sekali lagi.
Tik…tikk…tikkk…
Senja ini, Gelombang awan hitam bagai sekumpulan
kerbau-kerbau liar, yang dengan garangnya menyeruak kesetiap sisi langit biru yang
sebelumnya di huni oleh kumpulan awan-awan putih. Awan-awan putih yang terlihat bagaikan gerombolan domba-domba cantik yang sedang
merumput.
Menghempas bersama angin, dengan lantang gelombang awan hitam tersebut mulai
membentuk tirai kelam pada seluruh permukaan bumi, bagai sedang garang menguasai cakrawala.
Perlahan namun pasti, ia mulai menghujamkan butir demi butir, tetes demi tetes,
benda-benda bening sejuk berupa penghujan di penghujung senja.saling bertebaran tiada
henti bagai menabur benih di permukaan bumi, benih-benih yang menjadi saksi bisu kesombongan
malam yang mengusir siang, dan cahaya mentari.
Tidak ingin terkalahkan oleh siapapun di muka bumi,
Malam mulai menebar tiupan angin lembut yang menggiring hawa sejuk malam, dan
serpihan hujan kesetiap sisi dunia. Bahkan, Kerajaan Giran yang selalu kokoh berdiri,
berkekuatan besar, dan terkenal di seantero daratan tenggara Zanakar terpaksa
harus tunduk oleh dinginnya malam.
Giran. Kerajaan megah, yang sangat terkenal sebagai pusat
perdagangan bagi seluruh daerah di tenggara peta Zanakar sejak tahun 1501 SM. Kerajaan yang makmur,
dan kaya ini secara terus menerus berdiri kokoh di bawah panji keluarga Bulan
merah yang sangat terkenal akan keberanian, dan kebijaksanaannya. Serta di
lindungi oleh satuan militer elit Giran yang di juluki dengan para pelindung
cahaya.
Giran, sebelum berubah menjadi Kerajaan besar dengan
aksitektur timur tengah yang megah, dan menetapkan kota Giran sendiri sebagai
ibu kota kerajaan, serta pusat pemerintahannya. Sebelumnya merupakan sebuah
desa kecil, terjajah yang berada di atas dataran tinggi tepi lautan. Walau
memiliki posisi strategis sebagai pusat perdagangan, dengan hasil laut berlimpah, kenyataanya penduduk
giran masa itu tetaplah terlihat kumuh, terpuruk, dan miskin. semuanya di akibat oleh perlakuan tuan
tanah yang terlalu menyengsarakan mereka.
Sampai suatu hari, muncul seorang pria gagah dengan mengenakan jirah berwarna putih, dan sebilah pedang legendaris bernama Putri malu, datang
bersama anak gadis sang tuan tanah, mereka memimpin pemberontakan , untuk menggulingkan penjajahan ayah sang gadis. Dan
memerdekakan Giran menjadi sebuah daerah baru yang bebas, dan berangsur-angsur menjadi sebuah kerajaan baru.
Kesatria berjirah putih dengan nama Raja Jabrik Bulan merah,
akhirnya mempersunting sang gadis yang merupakan putri sang penjajah bernama
Putri Pipit Merah. Berdua mereka membangun desa kecil tersebut menjadi sebuah
kerajaan baru. Berkat kepintaran pipit, dan kebijaksanaan jabrik, akhirnya
Giran yang semula merupakan desa kecil terjajah kini disulap menjadi sebuah
kerajaan megah nan makmur di belahan tenggara peta Zanakard , yang mempersatukan
beberapa wilayah di semenanjung Heika, dan lembah lok-lock.
Sayangnya, setelah sekian tahun bersama, Raja Jabrik, dan Ratu Pipit
belum juga memiliki seorang penerus. Desas-desus tentang sebuah keyakinan yang menyebar pun mulai
melahirkan kekhawatiran pada keduanya. Keyakinan bahwa dua bangsa yang berbeda,
bila menikah tidak akan pernah bisa memiliki keturunan langsung.
Desas-desus tersebut sangat sesuai dengan keadaan mereka berdua, dimana
jabrik adalah seorang Siluman, walaupun ia hanyalah ras Animal plus yang berarti hanya memiliki sedikit darah siluman dalam dirinya. Sedangkan Pipit sendiri
adalah seorang gadis yang lahir dari ras peri.
Sesungguhnya tidak ada kesalahkan pada keduanya, pipit telah
mengandung sebanyak enam kali, namun setiap menginjak di bulan keempat ia
selalu saja mengalami keguguran, walaupun tidak ada hal yang aneh, atau
berbahaya yang di lakukan oleh Pipit. Sampai pada suatu ketika, Penantian panjang mereka selama bertahun-tahun
akhirnya berakhir. Pada kehamilan Pipit yang ketujuh, akhirnya ia dapat
melahirkan seorang bayi lelaki kedunia, sebagai hasil kasih sayang keduanya,
dan sebagai calon pelindung rakyat kerajaan mereka. Haru menyelimuti Istana,
dan seluruh Giran kerajaan giran.
Tetapi, semua itu harus dibayar mahal, seluruh kegembiraan
harus sirna pada satu detik kemudian, dan berganti dengan kedukaan yang
mendalam. Sebab ratu mereka, Pipit merah harus menutup matanya dengan senyum
yang ia bawa di saat terakhir ia memeluk bayinya. Pipit yang mengalami
persalinan panjang, ternyata harus kehilangan hidupnya sesaat setelah ia
menatap anaknya, dan mengelus wajahnya sambil tersenyum. " Kau adalah malaikat, dan hadiah terindah untuk kami, Cahaya."
Sejak lahirnya sang penerus, Raja Jabrik, bersama ketujuh
Jendralnya. Menyatakan bahwa dirinya, almarhum Ratu Pipit, dan anak mereka
Putra mahkota Cahaya sebagai keluarga Bulan Merah yang akan Menjaga Giran
selamanya.
Dan, itu semua hanyalah sebuah cerita yang
menjadi sejarah, dan berakhir sebagai sebuah legenda semata bagi wilayah Giran
yang sedang mengalami hal berbeda di saat ini.
Bersama rintik hujan, dan tiupan angin malam di akhir senja,
seluruh daratan tenggara Zanakar saat ini sedang menyaksikan. Sebuah
detik-detik kehancuran Giran melalui pusat kerajaan itu sendiri, Istana Bulan
merah.
Hari jadi ke-18 bagi sang putri kerajaan harus berganti
dengan bercak-bercak darah yang di tumpahkan oleh para tentara bayaran di segala
sudut Giran. Tubuh-Tubuh terabaikan seakan menangis bersama rintik hujan, dan
langit kelam saat ini. Kudeta besar telah di mulai.-
Kulepas gaun indah milikku sebagai seorang putri, bersama
sebilah pedang putri malu, dan jirah merah muda sebagai gantinya. Aku mulai
melangkah sebagai salah seorang pejuang bagi kerajaanku.
-Manta-.
http://meonggoblog.blogspot.com/ Blognya Meonggg dan Kecebonggg

No comments:
Post a Comment